Doa Seorang Ulama untuk Pemimpin Negeri

By Admin

Prof. M. Quraish Shihab
nusakini.com, Di tengah suasana khidmat peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, seorang ulama sepuh berdiri menyampaikan pesan yang tidak sekadar religius, tetapi juga sarat makna kepemimpinan.

Prof. M. Quraish Shihab berbicara dengan nada tenang, namun pesannya mengandung refleksi mendalam tentang kekuasaan. Bagi dia, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang sarat ujian.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa sejarah para nabi dan tokoh beriman menunjukkan bahwa tanggung jawab besar selalu diiringi ujian yang tidak ringan. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bagi siapa pun yang berada di pucuk kepemimpinan.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu undangan, Quraish Shihab juga menyinggung pentingnya keberpihakan kepada masyarakat yang lemah. Ia mengutip ajaran Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang keadilan yang mengembalikan hak orang yang tertindas.

Bagi Quraish, ukuran moral seorang pemimpin bukan sekadar kekuasaan yang dimiliki, tetapi bagaimana kekuasaan itu digunakan untuk melindungi masyarakat.

Di akhir tausyiahnya, suasana menjadi semakin hening ketika ia menyampaikan doa. Ia berharap kepemimpinan yang dijalankan mampu menghadirkan kesejahteraan dan kedamaian bagi rakyat.

Doa tersebut bukan hanya ditujukan kepada seorang presiden, tetapi juga menjadi harapan masyarakat bahwa kepemimpinan negara dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. (*)